Kimbab/ Gimbab
Sebenarnya ini bukan kali pertama saya membuat Kimbab. Bukan yang kedua kali juga, tetapi untuk yang ketiga kalinya. Pertama kali saya buat kimbab agak gagal sebenarnya. Karena nori (kim: dalam bahasa Korea, rumput laut pembungkus) yang saya gunakan terlalu kecil ukurannya, sehingga dengan kreativitas dan semangat yang memang tinggi waktu itu, saya menyatukan nori-nori kecil itu menjadi satu nori besar kemudian baru saya mulai menggulung. Kimbab pertama saya memang bentuknya nggak karuan, jelek banget. Tapi saya masih tetap percaya diri untuk membawanya ke kantor dan meminta semua (berlebihan, hampir semua) orang di kantor mencoba kimbab saya yang jelek itu. Dan komentar mereka tidak mengecewakan. Mereka bilang kimbab buatan saya enak, dan bahkan ada beberapa yang penasaran cara membuatnya. Ya maklumlah, orang Indonesia belum terbiasa dengan makanan-makanan seperti itu, jadi keliatanya sulit. Meski hasilnya jelek, tapi kimbab saya nggak hancur berantakan seperti yang digambar...