Postingan

Menampilkan postingan dengan label life drama

Tentang Agama

Sebenarnya saya tidak mau menulis hal tentang ini karena ini berat buat saya dan….sampai sekarang pencarian saya masih belum berakhir, dan mungkin akan selamanya. Namun karena tulisan tentang ‘warisan’ di facebook menjadi viral dan saya merasa tidak setuju dengan isinya (terlepas dari siapapun penulisnya), maka akhirnya saya buat tulisan tentang ini. Tentang pencarian saya akan keberadaan Tuhan yang akhirnya membawa saya pada pemahaman tentang sebuah agama. Kenapa saya tulis ini disini bukan di facebook? Karena saya tidak ingin adanya pro dan kontra tentang tulisan saya. Dan saya tidak butuh pujian atau cacian untuk apa yang saya rasakan. Saya hanya ingin menuliskan perjalanan spiritual saya. Karena agama yang saya anut sekarang bukan warisan, melainkan sebuah pencarian dan pembelajaran. Saya memiliki pertanyaan besar tentang keberadaan Tuhan dan hari pembalasan entah sejak kapan. Yang jelas puluhan tahun yang lalu. Saya mengimani keberadaan Tuhan yang ghaib itu sambil menikmati ...

Everybody is Changing

Di sebuah restoran cepat saji, sepulang kajian saya dan teman saya malah kembali berbuat dosa dengan membicarakan orang-orang yang berada di masa lalu kami (Astaghfirullah, bukan untuk ditiru ya kebiasaan ghibah ini). “Eh, si A kan nikahnya sama si B?” “Hah? Si A yang pacaran sama cewek cantik seangkatan kita?” “Iya. Lo tau nggak sih dulu kan mereka bagai langit dan bumi. Kayaknya nggak mungkin aja gitu mereka nikah.” “Hahaha. Iya, gw tau. Nggak nyangka banget. Trus kembarannya nikah sama siapa?” “Sama teman SD gw. Tuh anak kembar dapetin cewek tajir semua tau.” “Keren. Eh, waktu itu gw pernah kepo. Si cewek cantik nikah muda gitu kan? Sebelum lulus kuliah.” “Eh, iya. Dulu dia kan cantik banget ya. Sekarang gw liat biasa aja loh, sama aja kayak gw. Ibu-ibu biasa. Sekarang malah cantikan si C.” “Iya, tapi si C kan emang cantik. Cuma gemuk aja. Dia udah mulai nurunin BB sejak kelas tiga kan?” “Iya. Emang dia cantik.” “Si D tuh sekarang di London ya? Waktu itu pernah jadi naras...

Breakfast At Tiffany's (Bukan review cuma curhat)

Gambar
Bisa dibilang gw ini setengah feminis. Gw pernah 'perang' sama pacarnya temen gw di Facebook hanya karena gw nggak suka disebut wanita dan dia ngerasa nggak ada yang salah dengan penyebutan wanita. Yah okelah, untuk penyebutan wanita dan perempuan dan segala hal feminisme yang gw anut akan kita bahas di postingan lain. Karena postingan ini gw persembahkan untuk film yang gw idam-idamkan untuk gw tonton sejak sekitar tiga tahun yang lalu. Sebenarnya sampai sekarangpun gw belum pernah nonton filmnya. Mungkin mental bajakan gw udah semakin merajalela karena baru sekarang gw kepikiran beli DVD yang asli. Dan harganya di amazon itu bikin nangis. Besok-besok gw cari di toko DVD deh (kalo nggak lupa). Dan kenapa sih gw penasaran sama film (cerita) ini? Rasa penasaran gw dimulai saat gw baca novel yang tokoh utamanya tergila-gila sama Holly Golightly - tokoh utama dalam film Breakfast at Tiffany's -. Dalam novel yang gw baca ini digambarkan bahwa Holly Golightly adalah sosok...

Menang, Kalah, atau Proses

Waktu gw lagi lucu-lucunya jadi pengangguran gw selalu nonton asian drama yang ditayangin kompas TV setiap jam 9 pagi. Saat itu yang lagi ditayangkan adalah drama Jepang 4 episode yang berjudul Proposal Brothers. Drama ini menceritakan tentang perjalanan cinta 4 saudara dalam menemukan cinta ditentukan dari sifatnya yang berdasarkan anak keberapa dia dalam sebuah keluarga. Yang gw tulis ini bukan ngebahas tentang drama itu. Tapi tentang perjuangan si anak kedua yang bernama Jiro dalam mendapatkan cintanya. Cuma ceritanya dia aja yang benar-benar membekas dalam ingatan gw dan buat gw jadi menghargai proses. Jadi karena si Jiro ini anak kedua maka dia terbiasa tidak menonjol. Dia terbiasa bekerja di balik layar. Karena fokus orang tuanya adalah si sulung yang diandalkan dan si bungsu yang dimanja (padahal kenyataannya nggak gitu juga). Suatu hari dia berkencan dengan resepsionis cantik di perusahaan kosmetik tempatnya magang, yang sayangnya dia harus bersaing dengan anak si pemilik pe...

I am Quit

Sebenernya gw udah males banget ngebahas masalah-masalah kayak gini yang kayaknya nggak bakalan ada habisnya sampai suatu saat nanti gw ketemu sama orang yang buat gw yakin gw mau menghabiskan sisa hidupnya sama dia. Tapi setelah gw pikir-pikir ini penting karena selama ini cowok-cowok yang mencoba untuk ‘dekat’ sama gw terjebak sama image yang mereka ciptakan sendiri tentang gw. Image yang sejujurnya berat banget untuk gw emban karena mereka nggak tau gw, nggak tau hidup gw, dan hanya melihat gw dari luar aja. Image itu bernama solehah. Entah apa yang ada dipikiran para pria itu sampai memberikan image yang begitu sempurna ke gw sementara gw masih nggak ada apa-apanya (tanya teman-teman gw kalo nggak percaya kalo sebenernya gw ini masih sering bandel).   Dan karena image itu mereka berpikir bahwa dengan ‘terlihat’ menjadi cowok soleh gw akan tertarik pada mereka. Iya, emang cowok soleh itu memilki daya tarik tersendiri buat gw (apalagi ganteng :P), tapi itu nggak serta merta ...

Hey!

Hey, How are you? Maybe last two weeks is our last met or Allah gives us another path to meet. You know what?! Your presence is a mood booster for me. Just met you in awhile and stood beside you for a second is made my day. How amazing you?! Suddenly you're become the reason or trigger for me for trying (give my very best try in my life) to be a better person. At least a better me. I always wonder who you are? You didn't do anything but gaves amazing effect to me. Am I fallin' in love with you? I don't have a courage to admit it. And it doesn't matter. I enjoy this. I enjoy your effect to me. Dear you, I already gives my heart to Allah. And I just want to enjoy my life. Thank you for making me better and my life easier. I don't mind if you're not my destiny. But, if you're. I'll be so thankfull. And for me it better not if you're not feel the same way with me. Hey you, You are the most handsome good  talented boy in the wor...

Jembatan Cinta : The phenomenon

Gambar
Sebenernya gw udah lama banget gw mau nulis ini. Tapi seperti yang udah-udah gw selalu terserang penyakit kronis yang selalu menggerogoti jiwa gw. Penyakit itu bernama MLZ aka. males. Dan karena itu gw selalu merasa bersalah tiap melewati TKP tanpa satupun posting yang gw buat tentangnya. Jadilah gw bulatkan tekad untuk membuat posting tak berguna ini demi menghilangkan perasaan bersalah tersebut. *lebhay* Jembatan layang atau orang sering menyebutnya fly over Pasar Rebo memang sudah menjadi buah bibir di masyarakat. Bukan karena teknik arsitekturnya yang menawan, buuukaaannn. Jembatannya mah biasa aja. Fungsinya yang plus plus membuat jembatan itu jadi luar biasa. Apa sih yang plus plus itu? Ya, jembatan itu selain berfungsi sebagai pengurai kemacetan lampu merah pasar rebo juga berfungsi sebagai tempat memadu kasih *tsaah* pasangan-pasangan yang 'hanya' punya modal cinta. Kenapa gw bilang begitu? Karena menurut survey gw di atas itu anginnya kenceng banget, plus ng...

The Single Woman part.2

Hai...hai... Sebenernya nih ya, gw maleeeesss banget buat update part.2 ini. Tapi berhubung gw udah janji untuk bikin part. 2 ini ya apa mau dikata. Janji itu pantang dilanggar meski yang baca blog ini paling gw gw juga. Seperti yang gw janjikan part. 2 ini berisi tentang quote-qoute yang ada di buku The Single Woman yang udah gw bahas abis-abisan di part.1 (bahas buku apa curcol ya? ah, sudahlah). Hampir sebagian besar isi bukunya adalah quote-quote keren. Tapi nggak semuanya gw tulis disini yah. Klo semuanya gw tulis itu sih namanya mindahin isi buku ke blog gw. Bisa dituntut karena pencemaran nama baik gw eh dituntut pembajakan maksud gw.Tapi kalo mau quote-quotenya The Single Woman yang lain bisa follow akun twitternya di  @TheSingelWoman , atau kalo mau bisa baca-baca di web The Single Woman untuk bacaan yang lebih panjang. Oke. Gw juga nggak mau berpanjang kalam dengan bahasan-bahasan yang kadang nggak jelas, belok sana belok sini, nyasar kemana-mana, dan akhirnya nggak...

The Single Woman part. 1

Gambar
Buku ini gw pinjem *maksa sih kayaknya* dari teman gw waktu gw ke rumahnya sekitar seminggu yang lalu. Kenapa gw pilih buku ini diantara jutaan *ini berlebihan* buku yang lain? Kenapa enggak? *nyebelin ya gw* Buku ini berisi berbagai macam nasihat untuk para perempuan single di luar sana untuk bisa menikmati hidupnya. Tanpa perlu menunggu jodohnya atau pendapat lingkungan sekitar tentang kesendiriannya. Buat gw buku ini gw banget *mulai curcol*. Sebagai single yang labil ini, gw kayak disentil-sentil gitu sama Mandy Hale, penulisnya, bahwa sebenarnya bukan singlenya kok yang salah kalo kamu nggak bahagia dalam hidup kamu. Tapi cara kamu melihat hiduplah yang salah. Intinya sih ya. Si Mandy *sok tua, sok  kenal* ini, ngasih tau ke para perempuan single di luar sana (termasuk gw) untuk bisa menikmati masa-masa single ini dengan berbagai macam aktivitas aktualisasi diri. Jangan takut untuk jadi cewek pinter, matang, dan mapan. Di buku ini Mandy ngajarin bahwa kita harus jad...

Why?

Until last year, I always asking why to God Why I have had life like this? And the most I questioning was... Why I always feel so different? Why I feel that I am weird?

Hujan dan Mbak-Mbak Kantoran

Gambar
Sudah berapa lama Jakarta kita ini tidak hujan? Oh iya, baru beberapa bulan karena awal Ramadhan yang lalu dan gua nggak berada di Jakarta saat hujan turun terus menerus. Seberapa cintanya gua sama hujan? Itu sama kayak bertanya tentang seberapa cintanya gua sama orangtua gua. Oke berlebihan. Yang jelas hujan buat gua bukan sesuatu yang sendu, mellow apalagi galau. Hujan buat gua adalah keindahan yang harus dirayakan (dengan menari di tengah hujan misalnya). Dan gua paling benci kalau ada film dari negara manapun terutama India yang melatar belakangi tragedi cinta mereka dengan turunnya hujan. Come on, Maaann!! Kuch Kuch Hota Hai udah lewat sepuluh tahun yang lalu. Masih aja pakai konsep yang sama untuk menggambarkan kesedihan. Saat hujan turun yang gua rasakan adalah kedamaian yang tidak pernah diberikan teriknya siang (bukan gua nggak berterima kasih pada matahari loh). Gua selalu percaya hujan adalah rahmat dan kasih sayang yang diturunkan Tuhan untuk bumi dan makhluk yang tingg...