Postingan

Menampilkan postingan dengan label review

Fight For My Way (2017)

Gambar
sumber: wikipedia.com Saat teman saya sedang tergila-gila pada So Ji Sub yang katanya semakin tua semakin seksi, saya sedang nge-fans berat pada Park Hae Jin yang meski sudah tua masih saja terlihat muda. Tapi bukan itu yang mau saya bahas ditulisan saya kali ini. Saya mau membahas tentang drama Korea terbaru yang saya tonton yang berjudul Fight For My Way. Entah review, entah curhat. Drama ini menurut saya worth to watch bahkan harus ditonton diantara jutaan drama Korea yang saya tonton. (OK, ini berlebihan) Dalam keamatiran dan kekurang modalan saya sebagai penggemar drama Korea, akhirnya saya menemukan drama Korea dimana semua pemainnya adalah ‘orang biasa’. Bukan alien, bukan putri duyung, bukan siluman, bukan malaikat maut, bukan time traveler , bukan dewa laut, dan juga tidak ada anak orang super super super kaya yang mereka sebut dengan chaebol . Semua itu tidak ada, yang ada hanya ‘orang biasa’ yang hidup di dunia yang biasa, namun punya kisah hidup yang luar biasa. ...

Cheese in The Trap

Gambar
Gambar dari google Drama ini cukup populer di Korea sana, namun tidak terlalu booming disini. Bukan karena pemainnya kurang ganteng atau cantik sih kayaknya. Tapi mungkin ceritanya yang cenderung sehari-hari dan nggak terlalu bikin baper membuat drama ini nggak cocok untuk penonton Indonesia yang cenderung baperan. Yang buat saya tertarik menonton drama ini awalnya adalah karena ini diangkat dari komik webtoon. Buat saya menyenangkan aja sih membandingkan tokoh di komik dengan visualisasinya dalam drama. Karena sebelumnya saya agak kecewa dengan visualisasi drama dari komik Prince of Prince yang menurut saya nggak sesuai dengan karakter yang ada di komik. Tapi untuk drama ini saya cukup puas. Semuanya secara visual sesuai dengan apa yang ada di komik, meski tetap nggak mungkin seratus persen mirip. Saya suka dengan ceritanya yang manis. Tentang kisah kasih anak kuliahan yang masih lucu-lucunya. Tentang cerita repot-repotnya kehidupan kampus yang penuh dengan tugas dan u...

2 States : The Story of My Marriage

Gambar
Saya merasa beruntung mendapatkan novel ini. Karena saya mendapat isi cerita yang menarik dengan harga yang murah. Saat ke toko buku lebih dari seminggu yang lalu, saya iseng untuk mampir ke bagian buku obral dimana disitu dijual semua buku-buku yang sudah tidak laku di toko dengan setengah harga. Saya cukup lama memulai perburuan mencari harta karun ditengah-tengah teenlit tentang pocong dan kawan-kawannya hingga akhirnya jatuh hati pada buku ini yang seharga dua puluh ribu rupiah saja. Kenapa saya tertarik pada buku ini? Pertama adalah karena buku ini menceritakan kisah tentang kebudayaan India Utara dan India Selatan. Sejak menjadi penggemar film Chennai Express, saya menjadi sangat tertarik pada kebudayaan India yang ternyata banyak ragamnya seperti Indonesia. Kedua, karena pengarangnya 'di klaim' sebagai pengarang novel berbahasa Inggris terlaris sepanjang sejarah di India menurut The New York Times Ketiga, karena salah satu novelnya pernah diadaptasi menjad...

Chennai Express

Gambar
Postingan ini dibuat untuk membuat blog gw berisi bulan April di tahun 2015 ini :p. Sebenernya ada banyak banget yang ada di kepala gw tapi gw bingung yang mana yang mau gw tumpahkan sebagai tulisan. Tapi kayaknya itu akan menjadi sebuah tulisan yang lebih dalam maknanya dari tulisan review film ecek-ecek gw ini. Dan kenapa gw bikin review film ini? Awalnya gw suka film ini karena yang main Shahrukh Khan dan film ini light. Nggak terlalu berat kayak film India lainnya yang berkisar antara drama keluarga, kasta, dan mafia war. Tetapi setelah gw tonton berulang kali, gw semakin suka dan nggak bosen sama film ini. Gw adalah orang yang malas berpanjang kalam, karena kalo gw berpanjang kalam pasti ujungnya muter-muter tapi nggak sampai pada tujuannya. Jadi, review ini gw bikin poin per poin aja biar jelas dan lugas.  Positifnya dari film ini adalah: 1. Shahrukh Khan-nya keren dan Deepika Padukone-nya cantik. (Yang ini nggak perlu penjelasan kan?) 2. Kita bisa lihat ...

The Single Woman part.2

Hai...hai... Sebenernya nih ya, gw maleeeesss banget buat update part.2 ini. Tapi berhubung gw udah janji untuk bikin part. 2 ini ya apa mau dikata. Janji itu pantang dilanggar meski yang baca blog ini paling gw gw juga. Seperti yang gw janjikan part. 2 ini berisi tentang quote-qoute yang ada di buku The Single Woman yang udah gw bahas abis-abisan di part.1 (bahas buku apa curcol ya? ah, sudahlah). Hampir sebagian besar isi bukunya adalah quote-quote keren. Tapi nggak semuanya gw tulis disini yah. Klo semuanya gw tulis itu sih namanya mindahin isi buku ke blog gw. Bisa dituntut karena pencemaran nama baik gw eh dituntut pembajakan maksud gw.Tapi kalo mau quote-quotenya The Single Woman yang lain bisa follow akun twitternya di  @TheSingelWoman , atau kalo mau bisa baca-baca di web The Single Woman untuk bacaan yang lebih panjang. Oke. Gw juga nggak mau berpanjang kalam dengan bahasan-bahasan yang kadang nggak jelas, belok sana belok sini, nyasar kemana-mana, dan akhirnya nggak...

The Single Woman part. 1

Gambar
Buku ini gw pinjem *maksa sih kayaknya* dari teman gw waktu gw ke rumahnya sekitar seminggu yang lalu. Kenapa gw pilih buku ini diantara jutaan *ini berlebihan* buku yang lain? Kenapa enggak? *nyebelin ya gw* Buku ini berisi berbagai macam nasihat untuk para perempuan single di luar sana untuk bisa menikmati hidupnya. Tanpa perlu menunggu jodohnya atau pendapat lingkungan sekitar tentang kesendiriannya. Buat gw buku ini gw banget *mulai curcol*. Sebagai single yang labil ini, gw kayak disentil-sentil gitu sama Mandy Hale, penulisnya, bahwa sebenarnya bukan singlenya kok yang salah kalo kamu nggak bahagia dalam hidup kamu. Tapi cara kamu melihat hiduplah yang salah. Intinya sih ya. Si Mandy *sok tua, sok  kenal* ini, ngasih tau ke para perempuan single di luar sana (termasuk gw) untuk bisa menikmati masa-masa single ini dengan berbagai macam aktivitas aktualisasi diri. Jangan takut untuk jadi cewek pinter, matang, dan mapan. Di buku ini Mandy ngajarin bahwa kita harus jad...