Postingan

Proposal

Gilang duduk sambil mengatur nafasnya. Sesekali ia meminum air mineral dari botol di tangan   kanannya. Karin menatapnya mengejek, “Elo belum menang. Ayo, main lagi!” Katanya sambil men-dribble bola basket dengan tangan kanannya. Gilang hanya melambai mendengar ejekan Karin, “Gua capek.” Karin duduk di sebelah Gilang dan mengambil botol minuman Gilang dengan kasar dan menenggaknya. “Katanya laki-laki lebih kuat dari cewek?” Karin masih mengejek. “Ya, ceweknya jangan guru olahraga juga.” Gilang merebut kembali botol minumnya. “Guru olahraga kan juga cewek.” Karin terus mengejek. “Iya, cewek setengah cowok.” Sahut Gilang kesal.                                            “Yah, makanya kan kita nyambung. Elo kan cowok setengah cewek.” Karin nyengir. Memp...

Kita dan Bintang

Ranu kumbolo hampir tengah malam. Gilang dan Karin tidak saling berbicara.  Tidak juga saling menatap. Hanya berbaring di rumput sebelah api unggun yang hampir mati. Semua orang yang ada dalam rombongan tur mereka sudah masuk dalam tenda sejak satu jam yang lalu, bahkan mungkin sebagian sudah terlelap. Suara rombongan lain yang juga berkemah di tempat itu bersama merekapun semakin berkurang. Tergantikan oleh nyanyian alam dikala malam. Biasanya hanya malam di taman di tengah kota Jakarta yang mereka nikmati. Malam-malam yang panas ditemani dengan sekaleng kopi dingin atau es krim. Namun kini, mereka hampir menggigil kedinginan meski sudah memakai berlapis-lapis pakaian. Mereka masih saja diam. Menikmati apa yang alam sajikan untuk mereka. "Do you like it?" Tanya Gilang disela nyanyian jangkrik yang mendominasi suara malam itu. "Like?What did you mean?" Karin meralat pertanyaan Gilang, "I love it! Really love it!" Gilang ter...

Dialog Tentang Bahagia

Lala menatap kosong pada pemandangan kota melalui dinding kaca di depannya. sudah lebih dari dua jam dia hanya duduk di kursi kayu itu sambil memangku laptop Lenovo Yoga yang masih dalam kardusnya itu. Tidak bergerak maupun berbicara. Dan untungnya tidak ada siapapun di ruang entertainment itu. "Lala?!" Glen keluar dari pantry dan terkejut melihat seseorang duduk di bangku kayu. Ia sempat berpikir bahwa itu makhluk halus karena sama sekali tak bergerak, "Kamu ngapain duduk sendirian disini? Nggak pulang?" Lala menoleh, Glen duduk di sisinya dan menaruh minuman dinginnya di meja. "Waah?! Kemarin saya ajak makan malem bareng anak-anak kamu nggak mau karena buru-buru mau pulang. Sekarang jam segini belum pulang. Kamu sehat?" Glen setengah mengejek. Lala tidak bereaksi atas ejekan Glen. Ia masih menatap kosong pemandangan di balik dinding kaca di depannya. Ia masih merasa kejadian semalam seperti mimpi. Kemarin terjadi apa? Monas. Ulang tahun ...

2 States : The Story of My Marriage

Gambar
Saya merasa beruntung mendapatkan novel ini. Karena saya mendapat isi cerita yang menarik dengan harga yang murah. Saat ke toko buku lebih dari seminggu yang lalu, saya iseng untuk mampir ke bagian buku obral dimana disitu dijual semua buku-buku yang sudah tidak laku di toko dengan setengah harga. Saya cukup lama memulai perburuan mencari harta karun ditengah-tengah teenlit tentang pocong dan kawan-kawannya hingga akhirnya jatuh hati pada buku ini yang seharga dua puluh ribu rupiah saja. Kenapa saya tertarik pada buku ini? Pertama adalah karena buku ini menceritakan kisah tentang kebudayaan India Utara dan India Selatan. Sejak menjadi penggemar film Chennai Express, saya menjadi sangat tertarik pada kebudayaan India yang ternyata banyak ragamnya seperti Indonesia. Kedua, karena pengarangnya 'di klaim' sebagai pengarang novel berbahasa Inggris terlaris sepanjang sejarah di India menurut The New York Times Ketiga, karena salah satu novelnya pernah diadaptasi menjad...