Postingan

Dialog Tentang Bahagia

Lala menatap kosong pada pemandangan kota melalui dinding kaca di depannya. sudah lebih dari dua jam dia hanya duduk di kursi kayu itu sambil memangku laptop Lenovo Yoga yang masih dalam kardusnya itu. Tidak bergerak maupun berbicara. Dan untungnya tidak ada siapapun di ruang entertainment itu. "Lala?!" Glen keluar dari pantry dan terkejut melihat seseorang duduk di bangku kayu. Ia sempat berpikir bahwa itu makhluk halus karena sama sekali tak bergerak, "Kamu ngapain duduk sendirian disini? Nggak pulang?" Lala menoleh, Glen duduk di sisinya dan menaruh minuman dinginnya di meja. "Waah?! Kemarin saya ajak makan malem bareng anak-anak kamu nggak mau karena buru-buru mau pulang. Sekarang jam segini belum pulang. Kamu sehat?" Glen setengah mengejek. Lala tidak bereaksi atas ejekan Glen. Ia masih menatap kosong pemandangan di balik dinding kaca di depannya. Ia masih merasa kejadian semalam seperti mimpi. Kemarin terjadi apa? Monas. Ulang tahun ...

2 States : The Story of My Marriage

Gambar
Saya merasa beruntung mendapatkan novel ini. Karena saya mendapat isi cerita yang menarik dengan harga yang murah. Saat ke toko buku lebih dari seminggu yang lalu, saya iseng untuk mampir ke bagian buku obral dimana disitu dijual semua buku-buku yang sudah tidak laku di toko dengan setengah harga. Saya cukup lama memulai perburuan mencari harta karun ditengah-tengah teenlit tentang pocong dan kawan-kawannya hingga akhirnya jatuh hati pada buku ini yang seharga dua puluh ribu rupiah saja. Kenapa saya tertarik pada buku ini? Pertama adalah karena buku ini menceritakan kisah tentang kebudayaan India Utara dan India Selatan. Sejak menjadi penggemar film Chennai Express, saya menjadi sangat tertarik pada kebudayaan India yang ternyata banyak ragamnya seperti Indonesia. Kedua, karena pengarangnya 'di klaim' sebagai pengarang novel berbahasa Inggris terlaris sepanjang sejarah di India menurut The New York Times Ketiga, karena salah satu novelnya pernah diadaptasi menjad...

Love Song

"Here it is." Gilang handed a can of coffee to Karin. Karin smiles. "And don't sing that song!" Karin laughed, "Why?" "Then why you keep singing that song when I give you a cup of coffee?" Karin still laughed, "A cup? It is a can." Gilang rolled his eyes, "Whatever." "Why you keep complaining then?" "I just...get jealous of that coffee and tea. You always singing that you love them when you meet them. And you don't sing any song when you meet me." Karin laughed louder and start singing. I love coffee, I love tea I love the java jive and it loves me Coffee and tea and the java and me A cup, a cup, a cup, a cup, a cup! "Stop it! It's annoying you know!" Karin keep continuing singing her song I love java sweet and hot Oops, Mr. Gilang I'm a coffee pot Shoot me the pot and I'll pour me the pot A cup, a cup, a cup, a cup, a cup* 1 "Stop, please!" Karin...

Aku, Dia, Es Krim, dan Bulan

Gambar
Bulan purnama malam ini. Betapa beruntungnya kami. Meski tidak ada perbedaan cahaya di taman ini karena lampu taman temaram itu telah mengsubtitusi cahaya bulan, aku tetap tersenyum sambil menatap laki-laki tampan di sebelahku yang asyik dengan es krim di tangannya. Dia menoleh sambil tersenyum membalas senyumku, "Apa?" Katanya. Aku menggeleng sambil tetap tersenyum, mengalihkan pandanganku pada lapangan di depan kami yang digunakan beberapa anak remaja untuk bermain skate board. Tidak ada percakapan diantara kami. Hanya sibuk dengan es krim di tangan masing-masing yang tinggal setengah. Udara panas di malam musim kemarau membuat rasa es krim ini terasa lebih nikmat. Apalagi memakannya bersama seseorang yang membuat hatimu hangat. Dan aku mendongak untuk memandang wajah tampannya lagi. Dia sedang menikmati sisa-sisa es krimnya sambil memperhatikan anak-anak yang kini beralih bermain bola basket. Dia menoleh lagi dan tersenyum lagi, "Apa?" Aku menggele...

Kimbab/ Gimbab

Gambar
Sebenarnya ini bukan kali pertama saya membuat Kimbab. Bukan yang kedua kali juga, tetapi untuk yang ketiga kalinya. Pertama kali saya buat kimbab agak gagal sebenarnya. Karena nori (kim: dalam bahasa Korea, rumput laut pembungkus) yang saya gunakan terlalu kecil ukurannya, sehingga dengan kreativitas dan semangat yang memang tinggi waktu itu, saya menyatukan nori-nori kecil itu menjadi satu nori besar kemudian baru saya mulai menggulung. Kimbab pertama saya memang bentuknya nggak karuan, jelek banget. Tapi saya masih tetap percaya diri untuk membawanya ke kantor dan meminta semua (berlebihan, hampir semua) orang di kantor mencoba kimbab saya yang jelek itu. Dan komentar mereka tidak mengecewakan. Mereka bilang kimbab buatan saya enak, dan bahkan ada beberapa yang penasaran cara membuatnya. Ya maklumlah, orang Indonesia belum terbiasa dengan makanan-makanan seperti itu, jadi keliatanya sulit. Meski hasilnya jelek, tapi kimbab saya nggak hancur berantakan seperti yang digambar...

Filosofi Stroberi

Gambar
Karena bulan September ini buruk buat saya, saya jadi lupa bahwa tahun ini adalah tahun kedua blog ini 'hidup'. Dan saya masih konsisten untuk menuliskan semua isi kepala, pengalaman hidup, dan hal-hal nggak jelas lainnya di sini. Alhamdulillah. Dan saya harus memberikan reward untuk diri saya sendiri atas keberhasilan itu ya. Dan sekarang saya mau bercerita tentang pemikiran saya tentang stroberi. Saya memang orang yang agak filosofis, suka merenungkan hal-hal yang tidak penting sampai tiba-tiba menjadi sebuah kalimat yang dalam maknanya. Dulu sih sempat berniat kuliah filsafat juga kayak Dian Sastro, tapi karena ditakut-takuti oleh kakak saya yang katanya nanti saya jadi gila, niat itu urung dilaksanakan. Lagian juga ngapain saya capek-capek ambil jurusan IPA kalo ujung-ujungnya kuliahnya filsafat, mending sekalian ngambil Sosial aja kan? Kenapa stroberi? Karena minggu lalu saya ke Ciwidey yang terkenal dengan stroberinya dan di mobil saya menonton film Indonesia yang jud...

Bakso Tahu Kuah

Gambar
Heii, apa kabar? Masih apa kabar aja. Dan masih tidak baik-baik saja. Ini adalah posting pertama di label saya yang baru Cooking Story. Sebenarnya sudah lama banget saya mau buat postingan tentang kegiatan masak-memasak saya yang moody-an. Tapi berhubung emang kegiatannya moody dan masakannya suka aneh jadilah nggak kesampean tuh cerita-cerita yang begini di blog. Awalnya saya menamakannya Recipes bukan Cooking Story. Tapi setelah saya pikir-pikir. Siapalah saya sok bagi-bagi resep. Masak banyak gagalnya pula. Akhirnya saya putuskan untuk menamakannya Cooking Story. Karena ini bukan bagi-bagi resep masakan tetapi berbagi cerita tentang memasak sesuatu yang baru buat saya. Dan mungkin someday saat saya sudah bisa memasak segala jenis makanan yang saya inginkan dan rasanya sudah bisa dinikmati oleh berbagai kalangan saya akan membaca coretan ini sebagai perjuangan saya sebelum sampai pada tahap itu. Dan...masakan pertama yang saya uji coba adalah bakso tahu. Bukan pertama sih seben...