Postingan

Destruktif

Aku tak mengenalnya, sampai kamu datang membawa sebuah rasa Aku tak mengerti, sampai hadirmu perlahan memberi arti Aku lugu, sampai rasamu datang mengganggu Kata mereka cinta tak pernah salah Tapi kenapa diriku bersalah Kata mereka cinta tak memilih Tapi kenapa hatiku tak terpilih Aku jatuh cinta kepadamu Tapi yang kudapat hanya pilu Mereka bilang cinta tak pernah salah Tapi kata mereka cintaku salah Kau angkat aku tinggi ke langit Hingga aku lupa rasanya sakit Kau hujam aku dalam ke bumi Hingga yang kuingin hanya mati Kamu menghadirkan rasa yang tak pernah kuminta Dan meninggalkannya pergi dengan luka yang terbuka Jika aku bukan siapa-siapa? Kenapa kamu hadir datang menyapa? Jika aku tak berarti? Kenapa tak biarkan aku hidup sendiri? Dengan duniaku... Dengan mimpiku... Tanpamu... Aku akui kamu hebat Mengacak-acak hidupku sedemikian dahsyat Tapi apa hebatnya menjadi seorang penjahat? Kamu bilang cinta tak pernah salah Tapi katamu cintaku salah Dan hatiku be...

Fight For My Way (2017)

Gambar
sumber: wikipedia.com Saat teman saya sedang tergila-gila pada So Ji Sub yang katanya semakin tua semakin seksi, saya sedang nge-fans berat pada Park Hae Jin yang meski sudah tua masih saja terlihat muda. Tapi bukan itu yang mau saya bahas ditulisan saya kali ini. Saya mau membahas tentang drama Korea terbaru yang saya tonton yang berjudul Fight For My Way. Entah review, entah curhat. Drama ini menurut saya worth to watch bahkan harus ditonton diantara jutaan drama Korea yang saya tonton. (OK, ini berlebihan) Dalam keamatiran dan kekurang modalan saya sebagai penggemar drama Korea, akhirnya saya menemukan drama Korea dimana semua pemainnya adalah ‘orang biasa’. Bukan alien, bukan putri duyung, bukan siluman, bukan malaikat maut, bukan time traveler , bukan dewa laut, dan juga tidak ada anak orang super super super kaya yang mereka sebut dengan chaebol . Semua itu tidak ada, yang ada hanya ‘orang biasa’ yang hidup di dunia yang biasa, namun punya kisah hidup yang luar biasa. ...

Pakaian Perempuan

Hari ini seorang perempuan berpaham liberal membagikan status seseorang yang berisikan foto dan video tentang anak-anak perempuan yang menggunakan abaya panjang, jilbab panjang, dan niqab. Status yang dibagikan oleh perempuan liberal tersebuy berisi tentang kampanye mendidik anak perempuan untuk berpakaian syar'i sejak kecil. Karena menurut si pembuat status tersebut berpakaian syar'i selain kewajiban seorang muslimah yang tertulis dalam al qur'an, juga dapat melindungi perempuan dari kejahatan laki-laki. Si perempuan liberal membagi status tersebut dengan caption, "Apa yang Anda pikirkan tentang ini?". Kita sebut saja si perempuan liberal dengan Mbak A dan si pembuat status Mbak B. IMHO, Mbak A dengan caption -nya yang mempertanyakan tentang status Mbak B membuatnya menjadi orang yang mempertanyakan tentang kebebasan seseorang terhadap hidupnya dan hidup anak perempuannya. Hal yang bertolak belakang menurut saya, karena selama ini dia adalah pejuang bagi kebebas...

CINTA ITU NGGAK ADA : Esittely

“Cinta memang pengorban, tetapi biarkan orang lain yang melihat pengorbanan itu.  Jika kita sudah mulai merasa berkorban untuk sesuatu/ seseorang yang kita cintai, saat itulah kita sudah mulai berhenti untuk mencintai.” -Sujiwo Tedjo- Tuk! Tuk! Tuk!  Suara ketukan di meja tempatnya tertidur membangunkan Dini dengan tiba-tiba. Dini mendongak. Ia melihat laki-laki tinggi berkacamata tersenyum jenaka padanya. Dini melenguh saat melihat siapa yang membuatnya terjaga dan kembali menaruh kepalanya di atas meja. “Din! Ifan udah pernah cerita belum pas UAS semester lalu dia nginep disini untuk belajar karena rumahnya lagi di renovasi?” Dante duduk di kursi kosong di depan meja tempat Dini merebahkan kembali kepalanya. “Nggak. Kenapa?” Tanya Dini tanpa mengangkat kepalanya dari meja. Rasa kantuk menyerang dirinya dengan luar biasa. “Tadinya dia mau nginep disini, tapi dia nggak jadi nginep disini dan akhirnya nginep di kosan gue. Lo tau nggak kenapa?” “Kenapa?” Din...

Tentang Agama

Sebenarnya saya tidak mau menulis hal tentang ini karena ini berat buat saya dan….sampai sekarang pencarian saya masih belum berakhir, dan mungkin akan selamanya. Namun karena tulisan tentang ‘warisan’ di facebook menjadi viral dan saya merasa tidak setuju dengan isinya (terlepas dari siapapun penulisnya), maka akhirnya saya buat tulisan tentang ini. Tentang pencarian saya akan keberadaan Tuhan yang akhirnya membawa saya pada pemahaman tentang sebuah agama. Kenapa saya tulis ini disini bukan di facebook? Karena saya tidak ingin adanya pro dan kontra tentang tulisan saya. Dan saya tidak butuh pujian atau cacian untuk apa yang saya rasakan. Saya hanya ingin menuliskan perjalanan spiritual saya. Karena agama yang saya anut sekarang bukan warisan, melainkan sebuah pencarian dan pembelajaran. Saya memiliki pertanyaan besar tentang keberadaan Tuhan dan hari pembalasan entah sejak kapan. Yang jelas puluhan tahun yang lalu. Saya mengimani keberadaan Tuhan yang ghaib itu sambil menikmati ...

Everybody is Changing

Di sebuah restoran cepat saji, sepulang kajian saya dan teman saya malah kembali berbuat dosa dengan membicarakan orang-orang yang berada di masa lalu kami (Astaghfirullah, bukan untuk ditiru ya kebiasaan ghibah ini). “Eh, si A kan nikahnya sama si B?” “Hah? Si A yang pacaran sama cewek cantik seangkatan kita?” “Iya. Lo tau nggak sih dulu kan mereka bagai langit dan bumi. Kayaknya nggak mungkin aja gitu mereka nikah.” “Hahaha. Iya, gw tau. Nggak nyangka banget. Trus kembarannya nikah sama siapa?” “Sama teman SD gw. Tuh anak kembar dapetin cewek tajir semua tau.” “Keren. Eh, waktu itu gw pernah kepo. Si cewek cantik nikah muda gitu kan? Sebelum lulus kuliah.” “Eh, iya. Dulu dia kan cantik banget ya. Sekarang gw liat biasa aja loh, sama aja kayak gw. Ibu-ibu biasa. Sekarang malah cantikan si C.” “Iya, tapi si C kan emang cantik. Cuma gemuk aja. Dia udah mulai nurunin BB sejak kelas tiga kan?” “Iya. Emang dia cantik.” “Si D tuh sekarang di London ya? Waktu itu pernah jadi naras...

Tetaplah Menari

Gambar
Kamu... Menggenggam tanganku Menarikku lembut dalam pelukanmu Menuntun kakiku untuk melangkah Satu langkah ke depan Satu langkah ke belakang Perlahan-lahan... Berulang-ulang... Hingga kita terbiasa Hingga kita seirama Dan kita menikmatinya Kita menari Kita berdansa Dalam gelap yang pekat... Kamu tersenyum... Aku menangis... Kita tetap menari Kita tetap berdansa Dalam bahagiamu, dalam tangisku Dalam diam... Kamu berkata, "Tetaplah menari meski gelap, meski pekat Nanti gelap itu akan pergi dengan sendirinya Tanpa kita sadari Karena kita asyik menari Tetaplah menari meski hujanmu tak menghadirkan pelangi Karena pelangi akan datang dengan sendirinya Tanpa kita sadari Karena kita asyik menari Tetaplah menari meski tak ada seorangpun yang peduli Karena mereka tetap tidak akan peduli Dan kita tetap asyik menari Apapun yang terjadi, menarilah! Menarilah bersamaku Dan jangan pernah berhenti" Aku...